• Home
  • Profile
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Identitas
    • Struktur Organisasi
    • Profil Pengajar dan Staf
    • Fasilitas
    • Keunggulan Prodi
    • Manual Sistem Mutu
  • Akademi
    • Pendahuluan
    • Program dan Metode Pend.
    • Tri Dharma PT
    • Networking
    • Kurikulum
  • Mahasiswa
    • Profil Mahasiswa
    • Keluarga Mhs Farmasi
      • Pendahuluan KMF
      • Kegiatan KMF
    • Paguyuban Alumni
  • Penelitian
  • Pengabdian Masyarakat
  • News
Klik disini untuk informasi lebih lanjut

PENGEMBANGAN FORMULA GEL EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis L) SEBAGAI PENYUBUR RAMBUT

Novena Yety Lindawati, Crescentiana Emy Dhurhania, Lusia Murtisiwi

ABSTRAK

Kerontokan rambut merupakan masalah yang dapat mengganggu penampilan. Ekstrak teh hijau dengan kadar 5% terbukti menstimulasi pertumbuhan rambut (Sumakdjaja, dkk., 2008). Zat aktif dalam teh hijau (Camellia sinensis L) yang berkhasiat sebagai penyubur rambut adalah senyawa katekin dan turunannya.

Senyawa flavonoid teh hijau terdiri dari epikatekin (EC), epikatekin galat (ECG), dan epigalokatekin galat (EGCG). Selain itu juga terdapat asam galat, galokatekin galat (GCG), galokatekin (GC), katekin galat (CG), katekin (C), vitamin B dan vitamin C (Agus, 2007) yang mampu memperkuat akar rambut, mencegah kerontokan akar rambut, menghambat radikal bebas, menetralkan racun, dan melindungi kulit kepala dari infeksi. Formula sediaan kosmetik dan makanan berbahan aktif teh hijau telah menyita perhatian masyarakat. Penyubur rambut berbahan aktif ekstrak teh hijau berbentuk gel belum dijumpai di kalangan masyarakat. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan formula gel penyubur rambut berbahan aktif ekstrak teh hijau.
Penelitian ini dilakukan dengan membuat empat formula , yaitu formula I (carbopol 1%, TEA 0,3%, gliserin 1%), formula II (CMC Na 3%, gliserin 1%), formula III (PEG 400 72%, PEG 4000 8%, gliserin 1%) dan formula IV (carbopol 0,75%, TEA 2%, PEG 400 12%, gliserin 1%). Masing-masing formula mengandung ekstrak teh hijau dengan kadar 5%, pengawet nipagin 0,1%, dan natrium metabisulfit 0,1%, sediaan dibuat 100 gram. Keempat gel yang diperoleh kemudian diuji kualitas sediaannya meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya proteksi, uji iritasi primer, uji aseptabilitas, serta uji aktivitas penyubur rambut.
Dari penelitian diketahui bahwa formula gel yang paling optimal adalah formula I yang terdiri dari carbopol 1%, TEA 0,3%, dan gliserin 1%. Formula I menunjukkan konsistensi gel yang baik, mempunyai aktivitas penyubur rambut paling tinggi, tidak mengiritasi kulit, serta mempunyai aseptabilitas yang baik.

Kata kunci: formula gel, Camellia sinensis L, ekstrak teh hijau, kerontokan rambut, penyubur rambut

 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini488
mod_vvisit_counterKemarin409
mod_vvisit_counterPekan ini488
mod_vvisit_counterPekan lalu3412
mod_vvisit_counterBulan ini11643
mod_vvisit_counterBulan lalu26818
mod_vvisit_counterTotal413224
CS Officer :
SPMB 2012
  • Informasi
  • Formulir Jalur Reguler
  • Download dokumen
  • Pengumuman Hasil Seleksi Gelombang 0
  • Pengumuman Hasil Seleksi Gelombang 1
Career Info
  • Analis PT Interbat
  • Lowongan AA wilayah Sukoharjo dan Wonogiri
  • Dosen AKFAR Nasional
  • Open Recruitmen ERHA-RS PIK- DEXA-K 24
  • AA Apotek Tanjung Anom

Official website of Akademi Farmasi Nasional
Copyright © 2011. All Rights Reserved.