• Home
  • Profile
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Identitas
    • Struktur Organisasi
    • Profil Pengajar dan Staf
    • Fasilitas
    • Keunggulan Prodi
    • Manual Sistem Mutu
  • Akademi
    • Pendahuluan
    • Program dan Metode Pend.
    • Tri Dharma PT
    • Networking
    • Kurikulum
  • Mahasiswa
    • Profil Mahasiswa
    • Keluarga Mhs Farmasi
      • Pendahuluan KMF
      • Kegiatan KMF
    • Paguyuban Alumni
  • Penelitian
  • Pengabdian Masyarakat
  • News
Klik disini untuk informasi lebih lanjut

OPTIMASI KAPSUL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn) SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF PENGOBATAN TBC

Novena Yety Lindawati, Krisandika Fajar Arini, Hartono
Akademi Farmasi Nasional Surakarta

RINGKASAN

Penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang mudah menular dan belum dapat diberantas. Data WHO menyatakan Indonesia sebagai negara ketiga didunia dalam hal banyaknya penderita TBC. Bawang putih (Allium sativum Linn) terbukti aktif terhadap Mycobacterium tuberculosis. Senyawa alisin yang terkandung dalam bawang putih (Allium sativum Linn) berfungsi sebagai antimikroba spektrum luas yang mampu menghambat bakteri penyebab TBC. Kapsul bawang putih (Allium sativum Linn) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 661/MENKES/SK/VII/1994 tentang persyaratan obat tradisional.

Dari penelitian diketahui bahwa ekstrak bawang putih dengan dosis 240 µg/ml medium (setara dengan 600 mg ekstrak bawang putih per kapsul) memiliki potensi paling besar dalam menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis (diambil dari koloni biakan murni dari kultur sputum pasien yang menderita TBC jenis BTA +2,  kultur positif 9, resisten  terhadap rifampisin) dibanding dosis 320 dan 400 µg/ml media. Ekstrak kering bawang putih (Allium sativum Linn) memenuhi persyaratan sebagai bahan isi kapsul obat tradisional, antara lain angka lempeng total 1.5 (dipersyaratkan tidak lebih dari 10); angka kapang dan khamir ekstrak bawang putih 6.102 (dipersyaratkan tidak lebih dari 104); tidak mengandung mikroba patogen (tidak terkontaminasi bakteri coliform, Eschericia coli, Salmonella sp, dan Staphylococcus aureus); tidak terdeteksi adanya aflatoxin (dipersyaratkan tidak lebih dari 30 bpj); kadar air rata-rata sebesar 1 sampai 2 % (dipersyaratkan tidak lebih dari 10 %).

Kapsul ekstrak kering bawang putih (Allium sativum Linn) memenuhi persyaratan farmasetika untuk sediaan kapsul obat tradisional hasil uji waktu hancur kurang lebih 13 menit (dipersyaratkan tidak lebih dari 15 menit) dan memenuhi keseragaman bobot yang dipersyaratkan untuk sediaan kapsul.

 
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini489
mod_vvisit_counterKemarin409
mod_vvisit_counterPekan ini489
mod_vvisit_counterPekan lalu3412
mod_vvisit_counterBulan ini11644
mod_vvisit_counterBulan lalu26818
mod_vvisit_counterTotal413225
CS Officer :
SPMB 2012
  • Informasi
  • Formulir Jalur Reguler
  • Download dokumen
  • Pengumuman Hasil Seleksi Gelombang 0
  • Pengumuman Hasil Seleksi Gelombang 1
Career Info
  • Analis PT Interbat
  • Lowongan AA wilayah Sukoharjo dan Wonogiri
  • Dosen AKFAR Nasional
  • Open Recruitmen ERHA-RS PIK- DEXA-K 24
  • AA Apotek Tanjung Anom

Official website of Akademi Farmasi Nasional
Copyright © 2011. All Rights Reserved.