CSR: Be Healthy with Herbal
Usia harapan hidup masyarakat Indonesia menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2000 adalah 72 tahun. Artinya, manusia Indonesia banyak yang mampu mencapai usia 72 tahun. Meskipun demikian, bukan berarti di usia tersebut bebas dari penyakit sama sekali.
Gaya hidup kurang olahraga, stress, makanan yang kurang sehat memacu munculnya penyakit degenerative yang merupakan penyakit yang muncul bersamaan dengan bertambahnya usia karena berbagai faktor di atas. Tiga diantaranya yaitu jantung koroner, stroke dan diabetes mellitus. Keberadaan penyakit inilah yang menjadi dasar dalam penyajian materi yang dilakukan oleh Agil Novianto, S. Farm., Apt dalam acara Be Healthy with Herbal dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Akademi Farmasi Nasional Surakarta pada hari minggu 27 Maret 2011 di Balai RW Gumunggung RW III Banjarsari Surakarta dengan dihadiri lebih dari 67 masyarakat. Dalam presentasinya dijelaskan tentang munculnya penyakit degenerative dan bagaimana cara kita mengatasi baik dengan menggunakan terapi farmakologi (pengobatan) maupun dengan terapi non farmakologi (tanpa obat).
Tren back to nature menginspirasi untuk lebih memanfaatkan kekayaan herbal di Indonesia. Pengenalan tentang tanaman yang berkhasiat sebagai obat Dalam materi tersebut diangkat 4 (empat) tanaman Indonesia yang sudah sangat familiar tetapi memiliki manfaat farmakologi yang banyak yaitu Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe (Zingiber oficinale), Daun ketela pohon (Manihot utillisima), mengkudu (Morinda citrifolia). Dalam acara tersebut juga disampaikan untuk menjadi sehat seseorang juga dituntut untuk aktif berolahraga. Olahraga tidak harus mahal dan dapat dilakukan kapan saja. Pada akhir kesempatan materi, peserta diminta berdiri untuk melakukan olahraga ringan.
Jahe (Zingiber oficinale), sebagai salah obat tradisional Indonesia berkhasiat untuk menekan rasa mual munta, sebagai antasida, selain itu dapat digunakan sebagai antiagregasi platelet atau memperlancar sirkulasi darah (mencegah penggumpalan darah) Fungsi terakhir inilah yang selanjutnya digunakan sesuai dengan penyakit degenerative yaitu stroke dan jantung koroner. Kecenderungan masyarakat yaitu menyukai sesuatu yang praktis acceptable. Oleh karena itu dalam acara ini juga dilakukan workshop tentang pembuatan jahe instan yang dipandu langsung oleh Lusia Murtisiwi, S. Farm., Apt. Workshop ini sekaligus memberikan peluang wirausaha bagi ibu-ibu PKK yang pada kesempatan tersebut ikut ambil peran dalam pembuatan jahe instan.
Di penghujung acara peserta kegiatan diberi kesempatan untuk ikut dalam medical check up yang dilakukan kerjasama dengan salah satu laboratorium analis kesehatan di Surakarta.. Pengukuran glukosa darah dan tekanan darah merupakan dua item dasar yang dapat digunakan untuk deteksi dini resiko Diabetes Melitus dan Hipertensi. Medical check up diikuti oleh 54 peserta. Gambaran umum tentang kegiatan dapat dilihat dalam tabel berikut.








![]() | Hari ini | 493 |
![]() | Kemarin | 409 |
![]() | Pekan ini | 493 |
![]() | Pekan lalu | 3412 |
![]() | Bulan ini | 11648 |
![]() | Bulan lalu | 26818 |
![]() | Total | 413229 |








